POS Pemantau dan pengamatan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara memantau aktivitas gunung Dukono meningkat dalam dua hari terakhir dan terpantau erupsi dengan ketinggian 1200 ribu di atas puncak. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 49.21 detik
Bambang Sugiono, salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Halmahera Utara mengatakan erupsi gunung Dukono, terjadi pada pukul 06:33 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat”kata Bambang dalam laporannya pada 29 April 2026.
Menurut Bambang, saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II Waspada. Karena itu pihaknya meminta masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area pandaan abunya tidak tetap, maka kami juga merekomendasikan masyarakat agar selalu menyediakan masker dalam beraktivitas. Ini penting agar menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,”ujar Hanham.
Gunung Dukono sendiri merupakan satu di antara tiga gunung api yang ada di daratan Pulau Halmahera. Setidaknya ada 23 ribu penduduk di empat kecamatan yang hidup di lereng Gunung Dukono. Pada November 2016, aktivitas erupsi Dukono sempat menyebabkan Bandar Udara Gamarmalamo Galela ditutup. Erupsi Gunung Dukono juga menyebabkan sekolah di Halmahera Utara diliburkan.







Leave a Reply
View Comments